Sementara itu, dalam arahannya, Dirjen Polpum Kemendagri menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Kupang dan seluruh tokoh masyarakat atas capaian Kota Kupang yang berhasil masuk 10 besar Indeks Kota Toleran nasional.
Ia menilai praktik toleransi di Kota Kupang bukan sekadar slogan, tetapi tampak nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sinergi lintas iman dalam kegiatan sosial dan ekonomi. Ia secara khusus menyoroti lokasi penjualan takjil Ramadhan yang berada tepat di depan halaman Gereja Katedral sebagai simbol toleransi yang hidup dan nyata.
Menurutnya, pemandangan umat Muslim berjualan takjil di depan gereja, dengan dukungan dan penerimaan dari pihak gereja, merupakan praktik toleransi yang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi telah menjadi budaya sosial yang terbangun dengan baik di Kota Kupang.
Dirjen juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ikhtiar dalam membangun kemandirian pangan. Ia menekankan bahwa doa terbaik adalah ikhtiar yang diwujudkan melalui langkah konkret seperti menanam, beternak, dan memberdayakan lahan yang ada, termasuk di lingkungan rumah ibadah dan sekolah.
Ia mendorong pengembangan model ketahanan pangan berbasis rumah ibadah melalui pembangunan greenhouse percontohan, pelibatan generasi muda, serta pendampingan teknis agar inisiatif tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi bagi umat.




