Koordinator Aksi, Daud Nenotek, menyatakan bahwa momen penyalaan seribu lilin ini menjadi simbol doa dan persatuan masyarakat di Ibu Kota Provinsi NTT demi menguatkan warga di lokasi bencana.
”Aksi ini hadir dengan semangat ‘bersatu dalam doa, bergerak dalam kasih’. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di Flores merasakan kehangatan simpati dan dukungan moral dari Kupang,” ujar Daud di sela-sela kegiatan.
Dalam aksi tersebut, aliansi masyarakat menyampaikan lima poin utama pernyataan sikap:
Solidaritas dan Doa Bersama: Menjadikan aksi nyala lilin sebagai bentuk duka cita mendalam dan dukungan moral menyeluruh bagi para korban.
Tuntutan Bencana Nasional: Mendesak Pemerintah Pusat agar segera menetapkan status bencana di Flores sebagai Bencana Nasional demi mempercepat penanganan, evakuasi, serta alokasi sumber daya secara masif.
Apresiasi Langkah Tanggap Darurat: Memberikan apresiasi atas respons awal dan kerja keras pemerintah daerah beserta aparat dalam menanggulangi dampak bencana di lapangan.
Pengawalan Penyaluran Bantuan: Berkomitmen mengawasi distribusi bantuan kemanusiaan agar tersalurkan secara transparan, tepat sasaran, dan menjangkau seluruh korban tanpa terkecuali.
