Pembasahan Gambut: Pencegahan Karhutla Butuh Solusi Jangka Panjang

Oleh: Dwi Saputri)*

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi tantangan serius bagi kelestarian lingkungan di Indonesia, terutama di kawasan gambut yang rentan terbakar saat mengalami kekeringan. Dampaknya tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi akibat kabut asap. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah adalah pembasahan kembali lahan gambut sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga kelembapan tanah dan menekan risiko kebakaran berulang.

Bacaan Lainnya

Lahan gambut membutuhkan perhatian khusus karena memiliki lapisan tanah organik yang dapat menyimpan air sekaligus menjadi bahan bakar ketika mengalami kekeringan. Ketika muka air tanah menurun, gambut menjadi lebih mudah terbakar. Bahkan, api dapat merambat hingga ke lapisan bawah permukaan sehingga sulit dideteksi dan dipadamkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa menjaga kelembapan gambut merupakan salah satu langkah penting untuk menekan risiko kebakaran berulang.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat mengatakan penguatan pengendalian karhutla perlu dilakukan melalui upaya pemadaman dan pencegahan secara berkelanjutan. Salah satunya dengan mengembangkan inovasi pembasahan kembali lahan gambut melalui sistem pembalikan aliran air serta pemanfaatan aliran sungai, pompa, dan sekat kanal untuk menjaga ekosistem gambut tetap basah.

Pos terkait