Pemerintah juga memperluas akses pasar melalui implementasi 25 perjanjian perdagangan internasional, sementara 13 perjanjian lainnya masih dalam proses perundingan. Persiapan pemberlakuan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) menjadi langkah strategis untuk membuka peluang perdagangan yang lebih luas dengan kawasan Eropa. Di sisi lain, impor Indonesia tercatat sebesar 24,23 miliar dolar AS. Impor migas turun 7,35 persen secara bulanan menjadi 3,27 miliar dolar AS, sejalan dengan penerapan kebijakan biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026.
Perkembangan positif juga terlihat pada Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang meningkat menjadi 54,0 pada Oktober 2026 dari sebelumnya 52,4. Ekspansi tersebut mencerminkan peningkatan pesanan baru, aktivitas produksi, dan permintaan ekspor. Bahkan, pertumbuhan pesanan ekspor baru mencatatkan capaian tertinggi sejak survei dimulai pada April 2011.
Berbagai perkembangan ini menggambarkan hasil kebijakan pemerintah selama setahun terakhir dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Penerapan biodiesel B50, perluasan kerja sama perdagangan internasional, penguatan hilirisasi, serta dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Alsintan, Kredit Industri Padat Karya, dan Kredit Program Perumahan menjadi bagian dari langkah memperluas aktivitas ekonomi produktif. Pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program magang dan pelatihan vokasi agar kebutuhan tenaga kerja terampil dapat terpenuhi.
