Wawali Ajak Generasi Muda Jadikan Membaca sebagai Budaya Hidup

Reporter: EnjelnLasbaun/Abi Letman 
| Editor: Pisto Bere/FD

Selama tiga hari pelaksanaan, festival menghadirkan beragam kegiatan, antara lain pameran buku, pameran karya literasi, gelar wicara (talk show), pameran arsip, sayembara arsip sejarah Kota Kupang, bedah buku, pentas seni dan budaya, pentas karya literasi, serta pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan minat baca, memperkenalkan karya, berbagi pengetahuan, serta menumbuhkan kreativitas melalui berbagai bentuk ekspresi literasi.

Bacaan Lainnya

Franky juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dari pemerintah pusat. Namun, berdasarkan informasi yang disampaikannya, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang tidak lagi memperoleh dukungan dana tersebut pada tahun anggaran 2027 sebagai dampak efisiensi anggaran.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Kupang dapat memberikan perhatian terhadap keberlanjutan program literasi melalui dukungan anggaran daerah. “Kami berharap adanya perhatian dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk memberikan dukungan anggaran agar kegiatan ini bisa terus dilanjutkan,” katanya.

Ia berharap Festival Literasi Kota Kupang dapat terus diselenggarakan sebagai salah satu upaya mempromosikan perpustakaan, memperkuat budaya baca, serta meningkatkan kualitas literasi masyarakat. (EnjelnLasbaun/)Abi Letman)

Pos terkait