“Membaca adalah cara terbaik untuk mengenal dunia lebih luas, menemukan gagasan baru, dan mempersiapkan diri untuk masa depan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masa depan Kota Kupang dan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang dipersiapkan sejak sekarang. Pendidikan, kebiasaan membaca, dan pembentukan karakter merupakan fondasi penting untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cakap dalam penguasaan teknologi, tetapi juga kritis, kreatif, berintegritas, dan peduli terhadap sesama.
Serena berharap Festival Literasi Kota Kupang tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong tumbuhnya kecintaan terhadap pengetahuan dan memperluas ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan ide serta mengembangkan potensi mereka.
Pemerintah, lanjutnya, dapat menyediakan fasilitas dan ruang belajar, tetapi budaya membaca akan berkembang apabila mendapat dukungan nyata dari keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Karena itu, kolaborasi semua pihak diperlukan agar literasi menjadi kebiasaan yang terus bertumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat Kota Kupang.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang, Franky Amalo, menjelaskan bahwa Festival Literasi Kota Kupang Tahun 2026 melibatkan sekitar 600 peserta yang terdiri atas siswa-siswi tingkat SD, SMP, SMA, dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Kegiatan ini juga melibatkan pengelola perpustakaan kelurahan serta berbagai komunitas di Kota Kupang.



