Di tahun berikutnya, tahun 2022, kami kembali. Kali ini dengan cara yang lebih sederhana, di lapangan kecil milik Respek OBM. Tapi justru dari kesederhanaan itu, kami merasakan betapa pentingnya kegiatan ini: sebagai titik kumpul, sebagai ruang tumbuh. Ini adalah tahun kebangkitan kembali.
Pada tahun 2023, semangat kolaborasi diperluas. Kami menggandeng Orang Muda Katolik, dan OMK Kleseleon menyambut ajakan itu dengan tangan terbuka. Bukan hanya jadi tuan rumah, mereka juga jadi panitia penuh. Sebuah langkah maju, kami para penggagas belajar mempercayakan, dan mereka mengambil peran dengan berani.
Lalu di tahun 2024, OMK dan Karang Taruna Kamanasa mendapat kehormatan menjadi penyelenggara. Energi kolaboratif dari kampung ini menjadikan kegiatan terasa lebih akar rumput, lebih mengalir, dan lebih kuat dalam konteks lokal.
Kini, tahun 2025, kita berada di ujung waktu menuju pelaksanaan tahun kelima. Tamiru Voice dan SMA Kartini Umatoos menjadi tuan rumah.
Kolaborasi antara komunitas seni dan lembaga pendidikan ini membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan generasi muda, siswa-siswi, serta masyarakat yang lebih beragam. Dan yang membuat kami lebih yakin: Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka secara resmi hadir memberi dukungan. Ini adalah pengakuan, bahwa kegiatan yang lahir dari akar komunitas kini dilihat sebagai bagian dari kekuatan budaya daerah.
