Dirinya mengatakan, dalam pembahasan angaran kami akan terus mendukung serta akan meninjau kembali perubahan untuk mendukung literasi yang ada di Kabupaten Malaka.
“Kami juga mendorong dinas Perpustakaan untuk mendorong untuk melakukan sosialis terkait Literasi di Kabupaten Malaka terlebih kepada TBM untuk bersama-sama memutuskan mata rantai putus sekolah dan buta hurus yang ada di Malaka” Tuturnya.
Selainnitu, pihaknya, meminta Dinas Perpustakaan untuk bekerjasama dengan TBM, LSM serta untuk mendata anak-anak buta huruf dan putus sekolah sehingga bisa mencapai lapisan masyarakat.
“Kami juga mendukung relawan literasi, dengan adanya relawan literasi bisa mejagkau lapisan masyarakat juga mendukung program Nasional kegiatan terkait literasi” Ucapya.
Senada dikatakan Wakil Ketua Komisi I Egidius Atok, bahwa penting pengembangan literasi di Kabupaten Malaka, karena Literasi merupakan bagian penting dalam upaya penumbuhan budi pekerti. Hal itu selaras dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penanaman Budi Pekerti.
Seperti kita ketahui bahwa di Malaka sendiri aktivitas dan minat baca sangat kurang di kalangan anak-anak serta orang dewasa.
Selainitu lanjut Egi, bahkan di Malaka anak buta huruf dan putus sekolah tertinggi di NTT.




