Di balik apresiasi atas capaian tersebut, Prof. Zudan meminta jajaran Pemkot Kupang tidak berpuas diri. Ia justru mendorong agar pembenahan yang telah mengantarkan Kota Kupang menjadi nomor satu terus dilanjutkan dan diperkuat.
“Ini tolong dijaga, jangan kasih kendor. Gas pol, rem tetap pakem,” ujarnya.
Prof. Zudan juga mendorong ASN Kota Kupang untuk terus meningkatkan produktivitas, memperkuat digitalisasi, serta membangun pola kerja yang lebih cepat, efisien dan berorientasi pada hasil.
Menurutnya, keberhasilan reformasi birokrasi pada akhirnya harus dirasakan masyarakat dalam bentuk pelayanan publik yang lebih cepat, mudah dan fleksibel.
“Kita berharap pelayanan publik kita juga seperti itu, lebih cepat, lebih mudah, lebih fleksibel. Kita akan semakin produktif bila bisa bergerak digital,” katanya.
Memasuki triwulan terakhir 2026, Kepala BKN mengingatkan seluruh kepala perangkat daerah untuk memastikan berbagai target pembangunan Kota Kupang dapat dituntaskan. Mulai dari target pendapatan dan belanja, penanganan stunting, kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, pembangunan infrastruktur, pengendalian inflasi hingga peningkatan akses pendidikan.
Ia juga menekankan bahwa profesionalisme ASN tidak cukup hanya ditunjukkan dengan datang dan pulang sesuai jam kerja. ASN harus mampu memastikan pekerjaan selesai, target tercapai dan hak masyarakat dilayani tepat waktu.
