Menurut Serena, keberlangsungan pembinaan olahraga harus menjadi perhatian bersama. Kejuaraan bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan juga ruang untuk menemukan bakat, mengasah kemampuan, dan mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
“Yang terpenting, semangat pembinaan jangan sampai berhenti. Kita perlu memastikan anak-anak yang memiliki bakat mendapat kesempatan untuk berkembang dan membawa nama Kota Kupang,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pencak silat memiliki nilai lebih dari sekadar olahraga prestasi. Sebagai warisan budaya Indonesia, pencak silat mengajarkan disiplin, keberanian, sportivitas, dan penghormatan kepada sesama. Karena itu, pembinaan atlet perlu dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara berkelanjutan.
Kepala Dispora Kota Kupang, Martin Alan Yoga Girsang, S.H., M.H., turut mendukung evaluasi rencana kegiatan tersebut. Ia berharap IPSI menyusun kembali rincian kebutuhan anggaran serta mempertimbangkan penyesuaian kategori pertandingan agar penyelenggaraan kejuaraan dapat diupayakan sesuai kemampuan pendanaan.
Sementara itu, Ketua IPSI Kota Kupang, Adrianus Tali, menjelaskan bahwa Kejuaraan Wali Kota Cup II direncanakan berlangsung pada 28–31 Oktober 2026. Panitia telah dibentuk sejak Mei 2026 dan proposal kegiatan telah diajukan. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama.





