Ia menegaskan, pesta rakyat tidak sekadar menjadi ruang hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, menjaga budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, ia mengapresiasi keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut.
“Saya senang melihat kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM. Pesta rakyat harus memberi manfaat. Masyarakat bergembira, budaya tampil dan pelaku usaha mendapat kesempatan untuk tumbuh,” katanya.
Serena mengajak masyarakat untuk mencintai dan membeli produk lokal Liliba dan Kota Kupang. Menurutnya, membeli produk UMKM berarti turut membantu keluarga, usaha kecil, dan harapan masyarakat untuk terus berkembang.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mendorong agar 24 pelaku UMKM yang membuka stan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti berjualan hanya pada event budaya. Ia meminta panitia berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata agar para pelaku UMKM dapat didata dan diarahkan untuk bergabung dalam kegiatan SABOAK Sunday Market, sehingga memiliki ruang pemasaran yang berkelanjutan.
“Tidak hanya berjualan di event kebudayaan saja di Kelurahan Liliba. Untuk keberlanjutan, jualan bisa masuk di SABOAK, agar setiap Jumat, Sabtu, Minggu juga bisa berjualan,” jelasnya.
Selain penguatan ekonomi masyarakat, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya menjaga budaya dan jati diri generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan media sosial. Ia mengajak para orang tua untuk terus memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak agar mereka mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya.
“Kepada generasi muda Liliba, teruslah maju, teruslah berkreasi, tetapi jangan pernah kehilangan akar. Budaya bukan sesuatu yang harus kita simpan di masa lalu. Budaya harus kita hidupkan, kita kembangkan, dan kita wariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Serena.





