“Digitalisasi adalah alat yang sangat powerful, katalisator yang mampu mempercepat pelayanan dan mempermudah hidup masyarakat,” jelasnya.
Ia mencontohkan penerapan digitalisasi di Pemerintah Kota Kupang, salah satunya sistem pembayaran pajak daerah secara online yang terbukti membantu mencegah kebocoran penerimaan asli daerah sekaligus meningkatkan transparansi. Menurutnya, teknologi jika dikelola dengan baik mampu menjadi sarana pelayanan kasih, termasuk dalam mendukung karya pastoral gereja.
Wali Kota juga mengangkat teladan Santo Carlo Acutis, remaja Katolik yang sederhana dan dekat dengan Tuhan namun piawai memanfaatkan teknologi untuk mewartakan Injil. Bagi Wali Kota, tokoh muda ini menjadi inspirasi nyata bahwa teknologi digital dapat digunakan untuk evangelisasi, sekaligus menjadi jembatan yang menghubungkan gereja dengan generasi muda. Ia mengakui bahwa teknologi memang dapat menimbulkan dampak negatif, seperti hoaks atau penyalahgunaan media sosial, tetapi hal itu kembali pada bagaimana manusia menggunakannya.
Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh peserta Muspas untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah bersama menuju cita-cita besar bangsa.
“Mari kita berjalan bersama agar cita-cita Indonesia Emas 2045 benar-benar kita wujudkan dimulai dari Kota Kupang yang kita cintai ini. Di dalam persatuan kita menemukan kemenangan atau bahasa latinnya Ubi Concordia Ibi Victoria,” tandasnya





