“Tugas kita yang sempurna adalah menjadi penolong bagi yang tidak sempurna. Semua punya bagian dan tanggung jawab sesuai perannya agar keadilan dan kesetaraan itu benar-benar dirasakan,” ujarnya.
Bupati menegaskan, pemerintah memiliki peran untuk memastikan hasil-hasil pembahasan dan komitmen dalam kegiatan seperti ini berjalan bersama-sama.
“Pemerintah bertugas untuk mengintervensi agar semua yang dibicarakan tidak berhenti di ruangan ini, tetapi diwujudkan melalui program dan kebijakan yang berpihak. Kepala daerah harus punya visi yang sama tentang bagaimana membangun masyarakat yang setara dan inklusif,” tegasnya.
Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Kupang, Yosef Lede, Anggota DPRD Provinsi NTT, Winston Neil Rondo, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesejahteraan Rakyat, Ady Endezon Mandala, M.Si, Ketua Sinode GMIT, Pdt.Samuel Benyamin Pandie, S.Th., Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Yohanes D.B.B.K. Assan, S.Kom., Ketua Panitia Workshop Gereja Ramah Disabilitas, Wildrian Ronald Otta, S.STP., M.M., komunitas disabilitas, serta para peserta dari 57 klasis GMIT.(Prokompim Setda Kota Kupang/FD)
