Menurutnya, transformasi pendidikan menuntut guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di dalam kelas, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif, kreatif dan siap menghadapi masa depan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan program dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan.
Lebih lanjut, Nugroho menyampaikan bahwa tantangan pendidikan ke depan bukan hanya terkait penyediaan perangkat keras, tetapi juga penguatan literasi digital dan konektivitas. Ia berharap dukungan Telkom dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat ekosistem digital di Kota Kupang serta mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi dan otomatisasi AI.
“Mudah-mudahan simpul kolaborasi yang kita susun ini menjadi starting point bahwa memajukan dunia pendidikan adalah kewajiban kita bersama. Kami dari Telkom Indonesia siap terus berkontribusi dan bersinergi, tidak hanya dalam dunia pendidikan, tetapi juga dalam berbagai aspek digitalisasi dan pengembangan ekosistem digital,” pungkasnya.
Turut hadir Manager Government Service Witel Nusa Tenggara, Agustin Albertina, Head of Telkom Daerah Kupang, Agustina Meme Goran, Manager General Support Divisi Telkom Regional III, Nugroho Adi Pracoyo, MM.,Waldeni dan tim dari Yayasan Bhakti Unggul Negeri, Yandres dan tim dari Sahabat Education, Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Kupang, serta para Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kota Kupang.(prokopimsetdakotakupang)





