Wali Kota juga mengingatkan seluruh aparatur dan tenaga pendidik untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat.
Ia mengibaratkan adaptasi seperti mengubah arah layar ketika menghadapi perubahan arah angin.
“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar kita. Itulah adaptif. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman supaya tidak ketinggalan,” jelasnya.
Khusus kepada para guru, Wali Kota meminta agar AI dipelajari, dipahami dan dimanfaatkan untuk memperkuat proses pembelajaran. AI, menurutnya, dapat membantu guru menemukan bahan ajar, mengembangkan ide pembelajaran serta menghadirkan materi visual yang lebih menarik bagi siswa.
“Jangan AI yang menguasai kita, tetapi kita yang harus menguasai AI. AI tidak akan menggantikan peran guru, karena guru mendidik dengan hati. AI justru harus menjadi alat yang memperkuat guru,” tegasnya.
Wali Kota memaknai kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penyerahan 40 unit komputer dan pelatihan AI, tetapi sebagai bentuk investasi terhadap manusia. Menurutnya, pembangunan Kota Kupang tidak hanya menyangkut pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia.





