Ia menambahkan, perayaan Natal yang dirangkai dengan pengukuhan pengurus KKBM Kupang semakin bermakna karena sejalan dengan Tema Natal 2025 PGI dan KWI, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.” Tema tersebut, menurutnya, mengingatkan bahwa Natal bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk menyadari kehadiran Allah yang nyata di tengah keluarga, membawa kasih, pengharapan, dan keselamatan.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa KKBM pada hakikatnya adalah sebuah keluarga besar. Secara pribadi dr. Chris juga mengakui merupakan bagian dari KKBM, karena ibu kandungnya berasal dari Maumere.
“Mari jadikan Natal ini sebagai saat untuk pulang kepada keluarga, merangkul yang terluka, dan menyalakan kembali kasih yang mungkin sempat redup. Karena keluarga yang dipenuhi kasih akan melahirkan kota yang penuh harapan,” katanya seraya mengutip pesan Bunda Teresa, “Jika ingin mendamaikan dunia, pulanglah dan cintailah keluargamu.”
Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menilai KKBM Kupang sebagai salah satu paguyuban daerah yang memiliki peran strategis dalam memperkuat kebersamaan warga asal Kabupaten Sikka di Kota Kupang.
Ia menyebut Kabupaten Sikka dikenal melahirkan banyak tokoh yang berkiprah di tingkat daerah hingga nasional, sehingga keberadaan KKBM Kupang menjadi modal sosial yang penting bagi pembangunan.
