Wali Kota Cup Jadi Panggung Talenta Muda, 124 Pelajar Kupang Unjuk Kemampuan

Reporter: Ansel Ladjar 
| Editor: Pisto Bere/FD

“Prestasi tidak lahir secara instan. Seorang juara harus dipersiapkan sejak dini melalui latihan yang teratur, disiplin yang kuat, pendampingan pelatih yang kompeten, serta dukungan keluarga dan pemerintah,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kupang memandang olahraga sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan kota tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus membentuk manusia yang sehat, tangguh, berkarakter, dan memiliki daya saing.

Bacaan Lainnya

Karena itu, menurutnya, cita-cita melahirkan atlet berprestasi harus diikuti dengan pembangunan ekosistem olahraga yang memberikan ruang bagi atlet untuk tumbuh, berlatih, berkompetisi, dan mencapai kemampuan terbaiknya.

Kepada para peserta, Hengky berpesan agar bertanding dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia mengingatkan bahwa medali memang penting, tetapi karakter jauh lebih berharga. “Kekalahan bukan akhir perjuangan, melainkan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Kemenangan sejati bukan hanya tentang mengalahkan lawan, tetapi juga tentang mengalahkan rasa malas, ketakutan, dan keraguan dalam diri sendiri,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Harian Pengurus Provinsi PASI NTT, Dr. Fransiskus Sales, S.Pd., M.M., menilai kejuaraan ini sebagai sebuah inovasi dan bentuk kolaborasi antara organisasi olahraga dengan satuan pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK.

Pos terkait