Sementara itu, Tokoh Pemuda Papua, Billy Mambrasar, menilai bahwa berbagai program Prabowo-Gibran telah memberikan ruang luas bagi anak muda untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional. Ia mencontohkan keterlibatan pemuda dalam pelaksanaan program MBG yang tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga memberdayakan masyarakat di akar rumput.
“Keterlibatan pemuda-pemudi dalam menjalankan dapur sangat signifikan, hingga mampu memberikan makan siswa dan menggandeng petani milenial. Ini bukan program terpisah, melainkan satu kesatuan ekosistem pembangunan manusia,” jelas Billy.
Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda tidak sekadar simbolik, melainkan filosofi bahwa semua memiliki kesempatan yang sama untuk maju. “Pemerintah sudah membuka kesempatan. Kini saatnya pemuda aktif menangkap peluang itu, berani mengambil risiko, dan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa,” ujarnya.
Billy menambahkan, spirit Sumpah Pemuda harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan nyata—dari tanggung jawab sosial hingga kontribusi terhadap kemajuan daerah masing-masing. “Itulah wujud cinta tanah air yang sesungguhnya,” tegasnya.
Melalui momentum Sumpah Pemuda ke-97, pemerintahan Prabowo-Gibran meneguhkan arah pembangunan manusia sebagai kunci menuju Indonesia Emas 2045—mewujudkan bangsa yang sehat, cerdas, produktif, dan berintegritas di atas fondasi persatuan yang kokoh.
