Di saat yang sama, sektor UMKM disiapkan menjadi bagian penting dari ekosistem PON. Salah satunya melalui SABOAK (Sunday Market buat Orang Kupang) yang kini melibatkan sekitar 500 komunitas atau UMKM.
Serena menyebut aktivitas tersebut telah menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp6,2 miliar dalam satu tahun. Produk yang dominan ditawarkan berupa kuliner, jajanan pasar, dan pangan lokal.
Penguatan UMKM juga diarahkan ke pasar digital melalui Indonesia Open Network (ION). Jaringan perdagangan terbuka ini diharapkan memperluas akses pasar pelaku usaha lokal, termasuk produk kerajinan dan tenun NTT.
Serena mengatakan potensi ekonomi lokal tidak berhenti pada kuliner. Produk tenun NTT juga terus berkembang dari kain menjadi pakaian dan berbagai produk fesyen, bahkan mulai dilirik desainer dari luar daerah.
Untuk memperkuat pengalaman wisatawan, Serena juga mengenalkan kuliner khas yang dapat menjadi bagian dari daya tarik Kota Kupang, yakni se’i, ikan kuah asam, dan jagung bose.
Menurutnya, posisi Kota Kupang sebagai kota provinsi sekaligus kota jasa membuat daerah ini memiliki peluang besar menerima arus kedatangan masyarakat dari berbagai daerah. Momentum PON diharapkan memperluas peran tersebut menjadi pintu masuk bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal.




