“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian penegasan dalam sambutan tersebut.
Lebih lanjut, Menteri Pemuda dan Olahraga mengajak para pemuda Indonesia untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, dan menjadi pribadi yang tangguh tanpa kehilangan kelembutan hati. Generasi muda juga diharapkan berani mengambil peran sebagai pemimpin, sekaligus memiliki kerendahan hati untuk melayani dan membantu sesama.
Setiap ilmu yang diperoleh, karya yang dihasilkan, dan pengorbanan yang diberikan hendaknya menjadi wujud nyata kecintaan terhadap Indonesia. Dengan demikian, semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi landasan bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Menutup sambutannya, Menteri Pemuda dan Olahraga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan.
“Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui, masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama. Salam Pemuda!” demikian pesan penutup sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.



