Lebih lanjut, Pj. Sekda mengingatkan bahwa dengan mulai turunnya hujan di Kota Kupang, perhatian terhadap saluran air dan drainase perlu ditingkatkan untuk mencegah penumpukan sampah di selokan. Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat di Kelurahan Oesapa Barat yang berulang kali terlibat dalam kegiatan serupa bersama berbagai pihak.
Menutup sambutannya, Ignasius mengutip pesan inspiratif dari Wali Kota Kupang tentang pentingnya kerja kolaboratif. “Kalau kita mau jalan cepat, jalan sendiri. Tapi kalau mau jalan jauh, mari kita jalan bersama. Mari terus bekerja dalam semangat kasih untuk mewujudkan Kota Kupang sebagai kota kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BBWS Nusa Tenggara II, menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih sungai ini merupakan langkah nyata dalam menghadapi musim hujan yang mulai tiba. Kegiatan ini dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga kelestarian lingkungan perkotaan agar tetap bersih dan tertata.
Ia menjelaskan bahwa tema ‘Bersih Sungai’ dipilih karena sungai memiliki peran vital sebagai sumber kehidupan. Sejak masa lampau, peradaban dan permukiman manusia selalu berkembang di sekitar sungai, sebab air merupakan sumber utama bagi keberlangsungan hidup. Oleh karena itu, menjaga kebersihan sungai berarti menjaga sumber kehidupan agar tetap sehat dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.




