KUPANG, 31NUSANTARA.ID-Pemerintah Kota Kupang memperkuat pengelolaan rantai pasok alat dan obat kontrasepsi guna memastikan ketersediaan kebutuhan pelayanan Keluarga Berencana (KB) di fasilitas kesehatan.
Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, United Nations Population Fund (UNFPA), serta Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja dan kegiatan penguatan manajemen rantai pasok alat dan obat kontrasepsi yang berlangsung di Puskesmas Bakunase, Jumat (30/10).
Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi tata kelola persediaan, memperkuat sistem pelaporan, serta memastikan distribusi alat dan obat kontrasepsi berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si., menyambut langsung rombongan pemerintah pusat dan mitra pembangunan internasional tersebut.
Kunjungan tersebut dihadiri Sekretaris Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN, Prof. Budi Setiyono, M.Pol.Admin., Ph.D.; Konselor Government and Human Development DFAT, Joanna O’Shea; Deputi Residen Representatif UNFPA, Verania Andria; Direktur Bina Akses Pelayanan Keluarga Berencana, dr. Fajar Pirdawati, M.K.M.; serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si.
