“Kita selalu mengatakan, kalau mau berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tetapi kalau mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama. Kita sudah memilih untuk berjalan jauh,” ujar Wali Kota.
Menurut dr. Christian, pasar merupakan bagian penting dari denyut ekonomi masyarakat sehingga pengelolaannya harus mampu mengikuti perkembangan teknologi.
“Orang sudah menggunakan laptop, kita masih menggunakan mesin ketik, tentu kita akan tertinggal. Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar kita,” ungkapnya.
Ia menegaskan, digitalisasi tidak boleh berhenti pada penggunaan aplikasi atau sistem pembayaran elektronik. Teknologi harus memberikan manfaat langsung kepada manusia, terutama masyarakat yang menjadi pengguna layanan pemerintah.
“Teknologi hanyalah alat. Tujuan akhirnya harus manusia. Jangan sampai teknologi menyebabkan ada yang tertinggal,” tegas dr. Chris.
Karena itu, ia meminta proses transformasi digital pasar tetap dibarengi sosialisasi dan edukasi kepada pedagang. Perubahan sistem, kata dia, harus dibuat sederhana dan mudah digunakan agar tidak justru menciptakan hambatan baru.
Pada saat yang sama, digitalisasi diharapkan memperkuat pengawasan terhadap penerimaan daerah. “Digitalisasi harus berujung pada mempermudah manusia, membuat para pedagang merasa terlayani dengan cepat, dan membuat kebocoran PAD bisa diminimalkan,” jelasnya.




