Keberangkatan ke Badung memiliki arti khusus bagi Perkemi Kota Kupang. Pada Bupati Badung Cup 2018, Kota Kupang berhasil keluar sebagai juara umum I dan membawa pulang piala bergilir. Setelah ajang tersebut sempat vakum beberapa tahun, kontingen Kota Kupang kembali turun dengan membawa semangat menghidupkan tradisi prestasi.
Piala bergilir yang pernah dibawa pulang Kota Kupang tersebut akan diserahkan secara resmi oleh Wali Kota Kupang pada pembukaan kejuaraan di Badung. Namun, bagi dr. Christian, membangun prestasi olahraga tidak cukup dilakukan menjelang pertandingan. Prestasi harus dibangun melalui pembinaan yang konsisten.
Karena itu, Pemerintah Kota Kupang terus mendorong penguatan pembinaan olahraga kempo. Setelah sempat vakum beberapa tahun, Wali Kota Cup kembali digelar tahun ini dengan dukungan anggaran Rp100 juta.
“Pemerintah hadir bukan hanya ketika atlet membawa pulang medali. Pemerintah harus hadir sejak proses pembinaan, latihan, hingga mereka bertanding,” ujarnya.
Ketua Umum Perkemi Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, S.H., menyampaikan kontingen dijadwalkan bertolak dari Kupang pada 7 Oktober dan kembali pada 12 Oktober 2026.
Ia mengatakan pembinaan kempo di Kota Kupang terus berkembang. Saat ini terdapat 23 dojo Perkemi yang mengikuti kejuaraan lokal Bupati Cup, dengan 20 dojo di antaranya berasal dari Kota Kupang. Geliat tersebut menjadi modal penting bagi keberlanjutan prestasi kempo Kota Kupang, tidak hanya untuk satu kejuaraan, tetapi juga untuk menyiapkan regenerasi atlet.(prokopimsetdakotakupang)





