“Setiap kewenangan harus dimaknai sebagai sarana untuk melayani dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” katanya.
Lebih jauh, Wali Kota menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan infrastruktur, jalan, maupun gedung-gedung yang megah. Menurutnya, ukuran yang lebih fundamental adalah kualitas manusia yang dihasilkan dari proses pembangunan tersebut.
Karena itu, kepala sekolah diminta mengambil tanggung jawab penuh terhadap ekosistem pendidikan di sekolah masing-masing. Ia mengingatkan agar kepala sekolah tidak membangun budaya saling menyalahkan ketika muncul persoalan di lingkungan sekolah.
“Tidak boleh saling menyalahkan. Khusus kepala sekolah negeri, kalau ada masalah di sekolahnya, kalian yang harus bertanggung jawab karena kalian pemimpin di wilayah situ,” tegasnya.
Ia kemudian menyampaikan prinsip kepemimpinan yang menurutnya penting diterapkan para kepala sekolah, “Good leader never plays the blame game.”
“Pemimpin yang baik tidak mencari kambing hitam. Pemimpin yang baik melakukan evaluasi, memperbaiki sistem, dan memastikan persoalan tidak terulang kembali,” lanjutnya.
Menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks, dr. Christian juga meminta para kepala sekolah untuk tidak terjebak dalam pola lama. Sekolah, katanya, harus mampu beradaptasi dan terus mencari cara baru untuk mendidik serta membina peserta didik.
