“Dua SPPG lainnya masih dalam proses, satu menunggu hasil laboratorium dan satu lagi dalam tahap pemberkasan. Jika dihitung secara persentase, kemungkinan ini menjadi capaian tertinggi,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif Dinas Kesehatan Kota Kupang yang diminta untuk responsif, komunikatif, dan proaktif dalam mendampingi pengelola SPPG, termasuk dengan metode jemput bola untuk mempercepat pengurusan sertifikasi.
Lebih lanjut, Wali Kota berharap dialog tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, melainkan mampu melahirkan solusi konkret untuk menjawab berbagai tantangan di setiap daerah.
“Setiap daerah memiliki tantangan berbeda. Namun ketika kita duduk bersama seperti ini, biasanya selalu ada solusi. Perbedaan itu justru bisa menjadi harmoni untuk bergerak bersama mencapai tujuan yang sama,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, ia juga menitipkan perhatian khusus terhadap perluasan cakupan program Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak di posyandu dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Menurutnya, cakupan program tersebut di Kota Kupang masih perlu ditingkatkan karena memiliki peran penting dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“Capaian di sekolah sudah baik, tetapi untuk posyandu dan PAUD masih perlu perhatian khusus. Ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan upaya pencegahan stunting,” pungkasnya.




