“Dalam sepiring makanan anak-anak kita, sesungguhnya tersimpan harapan bangsa. Makanan yang sehat adalah fondasi lahirnya generasi yang kuat dan bermartabat,” ujarnya.
Sebagai seorang dokter, ia menegaskan bahwa kualitas nutrisi sangat menentukan tumbuh kembang manusia. Nutrisi yang baik akan mendukung kekuatan fisik, perkembangan kognitif, hingga kemampuan berpikir yang optimal. Oleh karena itu, program Makan Bergizi Gratis tidak sekadar pemberian makanan, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi peradaban dan masa depan generasi.
Namun demikian, ia menekankan bahwa makanan sehat tidak hanya dilihat dari kandungan gizinya, tetapi juga harus aman dan higienis. Dalam konteks inilah keberadaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi sangat penting.
“Bagi saya, SLHS bukan sekadar dokumen administrasi. Di dalamnya ada jaminan kepercayaan kepada masyarakat dan tanggung jawab moral bahwa makanan yang disajikan benar-benar aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap dapur yang higienis, setiap makanan yang aman, dan setiap standar yang ditegakkan merupakan bagian dari upaya membangun generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga memaparkan capaian Kota Kupang dalam penerbitan SLHS bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga 11 Maret 2026, dari total 36 SPPG yang ada di Kota Kupang, sebanyak 34 di antaranya telah memperoleh SLHS.




