Ketua DPC GMNI Malaka Serukan Aksi Doa dan Bakar Lilin, Simbol Perlawanan Moral terhadap Ketidakadilan dan Korupsi Dana Bencana

Reporter: EB 
| Editor: Pisto Bere

MALAKA, 31NUSANTARA.ID –Mencermati perkembangan situasi sosial, politik, dan penegakan hukum di Tanah Air belakangan ini, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Malaka menilai adanya gejala pergeseran nilai-nilai keadilan dan demokrasi yang patut menjadi perhatian bersama.

Simbol-simbol keadilan dinilai semakin kehilangan makna, sementara suara-suara kritis kerap menghadapi tekanan. Kondisi tersebut mendorong perlunya ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai, bermartabat, dan konstitusional.

Menyikapi situasi tersebut, Ketua DPC GMNI Malaka, Erwin Bana, menegaskan bahwa kegiatan “Aksi Doa dan Bakar Lilin” yang diinisiasi di Lapangan Voli Betun, Kabupaten Malaka, merupakan bentuk ekspresi keprihatinan sekaligus protes moral terhadap berbagai persoalan keadilan dan penegakan hukum di Indonesia. Jumat, 23/10/2026.

Menurutnya, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol kepedulian terhadap kondisi bangsa serta upaya menjaga agar suara hati nurani masyarakat tidak tenggelam di tengah berbagai persoalan sosial dan politik.

“Nyala lilin bukan sekadar ritual. Lilin menjadi simbol harapan di tengah kegelapan, sekaligus pengingat bahwa keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada rakyat kecil harus tetap menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” demikian pesan yang disampaikan dalam seruan aksi tersebut.

Pos terkait