Bahkan, Ramos -Horta menyukai kuliner di Atambua, termasuk menikmati KFC di Atambua yang dinilainya lebih enak daripada di New York.
Ketiga, terkait kerja sama resmi, Presiden mengkritik banyaknya nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani namun hanya sedikit yang terealisasi secara efektif.
Ia meminta kedua pihak untuk menghentikan pembuatan MoU baru dan lebih berfokus merealisasikan kesepakatan yang sudah ada.
Agenda hari kedua festival ini juga dirangkaikan dengan Seminar “Proses Rekonsiliasi (PRT)” yang membahas pendekatan kultural Nahe Biti Boot serta evaluasi Deklarasi Ambeno 2024.
Usai menyampaikan sambutan, Presiden Ramos-Horta melakukan sesi foto bersama dengan seluruh peserta dan undangan yang hadir, menandai kehangatan suasana kegiatan Festival Fronteira 2026.(**)





