Komunikasi antardaerah perlu terus diperkuat agar pembinaan atlet berjalan berkelanjutan dan potensi generasi muda NTT dapat berkembang secara optimal.
“Momentum seperti ini harus kita manfaatkan untuk membangun komunikasi dan kebersamaan. Kita ingin atlet-atlet NTT tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan menjunjung tinggi sportivitas,” tegasnya.
Atas nama Pemerintah Kota Kupang, Jeffry juga menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang belum dapat hadir karena sedang menjalankan tugas di luar daerah. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila pelayanan dan dukungan selama Kota Kupang menjadi tuan rumah POPDA VIII NTT belum sepenuhnya maksimal.
Masukan dari para kontingen, lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan kegiatan olahraga di masa mendatang.
Di sisi lain, Jeffry menilai kehadiran kontingen dari berbagai daerah turut memberikan manfaat ekonomi bagi Kota Kupang. Aktivitas peserta selama berada di ibu kota provinsi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk melalui belanja dan pemanfaatan berbagai layanan lokal.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Dr. Alvons Theodorus, S.T., M.T., dalam sambutannya berharap POPDA VIII dapat melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang dipersiapkan untuk mewakili NTT pada ajang olahraga nasional, khususnya PON 2028.



