“Memberikan bantuan saja tidak cukup. Kita harus memberikan kail, bukan ikan,” ujar Agus menegaskan filosofi pemberdayaan yang berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Kupang menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota untuk mendukung penuh program pendataan, pelatihan, dan fasilitasi pelaku usaha disabilitas.
“Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Investasi dan berbagai lembaga agar pelaku usaha disabilitas di Kupang mendapat ruang yang setara untuk tumbuh dan mandiri. Inklusi ekonomi bukan hanya wacana, tapi langkah nyata,” tegas Serena.
Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang juga telah lebih dulu bekerja sama dengan berbagai yayasan sosial dan lembaga internasional untuk memberikan pelatihan kewirausahaan dan akses permodalan bagi lebih dari 200 penyandang disabilitas.
Langkah sinergi ini diharapkan menjadi fondasi menuju ekonomi inklusif di Kota Kupang, di mana semua warga, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan berkembang dalam pembangunan daerah.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Kupang, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, perwakilan dari Dinas Koperasi dan Bappeda serta Bagian Umum Setda Kota Kupang. Prokopim Setda Kota Kupang/AL/FD)
