Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga kestabilan ekonomi sekaligus mempertahankan pertumbuhan. Salah satu indikatornya terlihat dari inflasi Oktober 2026 yang mencapai 3,23 persen secara tahunan dan masih sesuai dengan sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen.

“Inflasi yang tetap terjaga, aktivitas manufaktur yang kembali meningkat, serta ekspor yang terus berkembang menjadi bukti bahwa perekonomian Indonesia mempunyai fondasi kuat untuk menghadapi ketidakpastian global,” tutur Airlangga.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, neraca perdagangan September 2026 membukukan surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS dengan nilai ekspor mencapai 27,59 miliar dolar AS. Kondisi tersebut sekaligus mempertahankan tren surplus selama tiga bulan berturut-turut. Pemerintah juga memperluas peluang perdagangan melalui 25 kesepakatan internasional yang telah diterapkan dan 13 perjanjian lainnya yang masih dirundingkan.

Penguatan industri tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia yang naik menjadi 54,0 pada Oktober 2026 dari sebelumnya 52,4. Untuk mempertahankan perkembangan tersebut, pemerintah memberikan dukungan melalui KUR, Kredit Industri Padat Karya, serta pelatihan vokasi.

Pos terkait