“Kalau kita ingin juara tetapi caranya tidak baik, juara satu pun kita belum menjadi champion. Sesungguhnya champion ada dalam diri kita ketika kita mampu menerjemahkan nilai-nilai itu dalam kehidupan,” ujarnya.
Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, Zoar Cup II Tahun 2026 juga membawa misi sosial. Turnamen tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-28 Gereja Zoar Penkase sekaligus menjadi sarana penggalangan dana untuk mendukung pembangunan gedung gereja.
Sekda mengajak peserta dan masyarakat yang hadir untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Bukan saja doa, tetapi apa yang bisa kita bantu, mari kita bantu untuk pembangunan gedung kebaktian ini. Di sinilah kita menunjukkan bagaimana kita menjadi abdi Allah dalam berbagai kegiatan,” ajaknya.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan turnamen tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempererat persaudaraan. “Yang paling indah adalah kita kuatkan persaudaraan. Mari kita junjung sportivitas. Tuhan memberkati kita semua,” pungkasnya.
Ketua Panitia Zoar Cup II Tahun 2026, Nerson Baitanu, mengatakan turnamen tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang olahraga, membangun sinergitas antar umat beragama, serta memupuk karakter sportif di kalangan pemuda.
