Lebih jauh, Sekda mengajak para peserta tidak menjadikan piala sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Baginya, nilai seorang atlet justru terlihat dari bagaimana ia membawa mental dan karakter olahraga ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Juara pasti menjadi cita-cita atau impian. Tetapi sesungguhnya menjadi champion itu ada dalam diri kita. Adik-adik yang hadir hari ini sudah menjadi juara, karena dari sekian banyak klub yang ada di Kota Kupang, hanya 24 tim yang bisa sampai di sini dan bertanding,” ungkapnya.
Ia menegaskan, seorang champion bukan hanya mereka yang keluar sebagai pemenang dan membawa pulang piala. Champion adalah mereka yang mampu menjaga sikap, menjunjung sportivitas, dan tetap merawat persaudaraan, baik ketika menang maupun ketika mengalami kekalahan.
“Juara sesungguhnya bukan berapa banyak medali emas atau piala yang ada di lemari. Tetapi bagaimana kita mengimplementasikan mental kita dalam kehidupan bermasyarakat, dalam pekerjaan, pengabdian bagi bangsa dan negara, serta dalam panggilan pelayanan. Itulah champion,” tegas Jeffry.
Karena itu, ia mengingatkan para atlet agar persaingan di lapangan tidak berubah menjadi konflik di luar lapangan. Kemenangan, katanya, tidak boleh diraih dengan mengorbankan nilai persaudaraan.
