Sehingga, pihaknya akan berjuang sampai titik darah penghabisan dan siap melaporkan masalah dugaan manipulasi data PPPK, PPPK paruh waktu dan pengangkatan teko kepada instansi terkait di Jakarta, termasuk Presiden Prabowo, dan aparat penegak hukum sehubungan dengan Malaka sebagai kabupaten baru yang berbatasan langsung dengan dua negara masing-masing Timor Leste dan Australia.
“Dan hanya satu yang kami minta, para pejuang PPPK paru waktu wajib mengisi DRH (daftar riwayat hidup) sesuai jadwal yang ditentukan sama halnya PPPK paruh waktu lain yang sudah diusul. Jika tidak, kami, ribuan massa akan turun di jalan. Ini bukan ancaman, tetapi kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan,” kata Alex disambut dengan tepuk tangan meriah hadirin. (p31)
