200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Reporter: Yoel Taban 
| Editor: Pisto Bere/VD

Ia menilai, persiapan menghadapi kompetisi tingkat provinsi membutuhkan dukungan ekosistem yang lebih luas. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri; diperlukan kolaborasi antara organisasi olahraga, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

“Keterlibatan dunia usaha dan pencinta sepak bola sangat dibutuhkan untuk memperkuat manajemen tim, sehingga kontingen Kota Kupang siap bersaing secara optimal,” katanya.

Bacaan Lainnya

dr. Christian juga menyampaikan selamat bertugas kepada Dicson Caverius Haba sebagai Plt. Ketua ASKOT PSSI Kota Kupang.

Ia berharap proses musyawarah dan pemilihan kepengurusan definitif nantinya berlangsung kondusif dan mampu memperkuat soliditas organisasi.

Baginya membangun sepak bola Kota Kupang tidak cukup dengan mengejar kemenangan dalam satu turnamen. Prestasi harus dibangun dari bawah, melalui pembinaan yang terukur, kompetisi yang rutin, manajemen yang sehat, dan keberanian pemerintah untuk hadir memberikan dukungan.

Dengan dukungan hibah Rp200 juta untuk liga usia dini, Pemkot Kupang menegaskan arah kebijakannya membangun prestasi sepak bola tidak dimulai ketika pemain sudah menjadi bintang, tetapi ketika mereka masih anak-anak dan membutuhkan ruang untuk bermimpi.

Pos terkait