Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo mengungkapkan rasa syukur karena proses yang telah berlangsung selama 14 tahun itu akhirnya dapat diselesaikan. Ia menilai, penyelesaian hibah tersebut bukan sekadar urusan administrasi aset, melainkan langkah konkret untuk membuka jalan bagi pengembangan infrastruktur transportasi laut yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, bagi Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi kepulauan, laut bukan sekadar ruang geografis, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat. Pelabuhan menjadi penghubung antarpulau, tempat bergeraknya hasil usaha, serta jalur penting bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.
“Pelabuhan itu bukan hanya tempat membongkar muat kapal. Jauh lebih dari itu, di sana ada harapan kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan pelabuhan yang dikelola dan dikembangkan dengan baik akan memberikan manfaat berlapis, mulai dari memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga membuka peluang peningkatan PAD bagi daerah.
Karena itu, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar pengembangan infrastruktur transportasi tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat.
