Untuk mendukung ketahanan pangan, fasilitas ini juga dilengkapi dengan 3 unit penampungan air irigasi berkapasitas 4.000 liter. Pasokan air tersebut dialirkan untuk mengairi dua lahan kebun melon berkapasitas 700 hingga 5.000 pohon, serta tiga lahan kebun sayur komunal warga.
Senior Project Officer JPM, Yareth Nenobesi, menjelaskan bahwa selain pembangunan fisik, program ini membekali warga dengan pelatihan teknologi pertanian organik berbasis Eco Enzyme dan pembentukan Komite Air.
”Kami ingin memastikan sarana yang telah dibangun ini dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan oleh warga RT 19 Naioni,” kata Yareth.
Acara ditutup dengan peninjauan langsung ke area kebun komunal dan ramah tamah bersama warga.(***)
