Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha PT Flobamor, Yose Rizal, mengatakan bahwa pembenahan tidak hanya menyasar aspek manajemen hotel, tetapi juga pengembangan ekosistem pariwisata di Kota Kupang melalui berbagai kegiatan kreatif dan promosi destinasi.
“Hotel Sasando memiliki nilai historis yang kuat bagi masyarakat NTT. Kami ingin mengembalikan daya tariknya sekaligus menjadikannya bagian dari penggerak sektor pariwisata daerah,” katanya.
Saat ini tim transisi tengah melakukan pendataan ulang fasilitas serta memastikan seluruh layanan dapat beroperasi secara optimal. Dialog dengan para karyawan juga terus dilakukan untuk menyerap masukan dalam proses transformasi perusahaan.
Selain sektor perhotelan, Flobamor kembali menghidupkan bisnis pelayaran yang sebelumnya mengalami berbagai kendala. Melalui pengoperasian KMP Sasando, perusahaan menargetkan peningkatan konektivitas antara Kota Kupang dan Pulau Semau.
Kapal berkapasitas 76 penumpang tersebut direncanakan melayani rute Kupang–Semau hingga delapan kali sehari. Kehadiran layanan ini diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, pelajar, pegawai, serta pelaku usaha yang selama ini bergantung pada transportasi laut.
Direktur Pengadaan Barang dan Jasa PT Flobamor, Frans Bata, menegaskan bahwa pengelolaan sektor pelayaran akan dilakukan dengan sistem digital untuk meningkatkan transparansi dan mencegah kebocoran pendapatan yang pernah terjadi pada masa lalu.





