KUPANG, 31NUSANTARA.ID – Setelah bertahun-tahun berada dalam kondisi tidak produktif dan dibayangi berbagai persoalan tata kelola, PT Flobamor (Perseroda) mulai menata kembali arah bisnisnya.
Badan usaha milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu kini memfokuskan langkah pada tiga sektor strategis, yakni perhotelan, transportasi laut, dan pengembangan pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Manajemen baru Flobamor menargetkan tahun 2026 menjadi momentum kebangkitan perusahaan. Fokus tersebut dipilih dari sejumlah rencana usaha yang telah mendapatkan persetujuan Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD NTT. Demikian disampaikan Direktur Keuangan dan Operasional PT Flobamor, Maxi Julians Rihi Dara. (14/8/2026)
Dirinya menjelaskan perusahaan sedang berupaya membangun fondasi bisnis yang sehat melalui optimalisasi aset dan pembenahan tata kelola perusahaan.
“Kami ingin memastikan Flobamor mampu menutup tahun buku 2026 dengan kinerja yang lebih baik dan tidak lagi mengalami defisit,” ujarnya.
Dikatakannya, salah satu langkah awal yang ditempuh adalah mengambil alih kembali pengelolaan Hotel Sasando di Kota Kupang. Hotel milik Pemerintah Provinsi NTT tersebut selama ini menjadi salah satu aset strategis yang diharapkan kembali memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah.





