Wali Kota Hadiri Bedah Buku Romo Leo Mali: Melihat Kota dari Pinggiran

Reporter: Yesty Ola 
| Editor: Pisto Bere/VD

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada Romo Leonardus Mali atas perjalanan 30 tahun imamat dan pelayanan yang telah dijalani.

“Profisiat Romo Leo untuk 30 tahun imamat. Ini luar biasa. Tiga puluh tahun tentu bukan waktu yang singkat. Ini perjalanan panjang tentang iman dan pelayanan,” katanya.

Bacaan Lainnya

dr. Christian menilai makna tiga dekade imamat tidak semata-mata terletak pada panjangnya waktu, tetapi pada seberapa banyak kehidupan yang telah disentuh melalui pelayanan.

“Ini bukan hanya tentang umur, bukan tentang seberapa lama Romo menjadi imam, tetapi tentang seberapa banyak kehidupan yang telah Romo sentuh. Saya percaya Romo telah menyentuh banyak hati dan telah banyak membantu orang yang ditemui,” ujarnya.

Wali Kota juga mengungkapkan rencana bersama Romo Leonardus untuk menyusun program pendidikan bagi ASN Katolik di lingkungan Pemerintah Kota Kupang melalui silabus yang akan dirancang bersama.

Menutup pesannya, dr. Christian mengingatkan bahwa hakikat pelayanan pada akhirnya kembali kepada keberanian untuk hadir bagi sesama.

“Cara terbaik untuk menemukan diri kita adalah tersesat di dalam pelayanan kepada orang lain,”pungkasnya.

Gubernur NTT , Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan gagasan Bergerak dari Pinggiran sejalan dengan panggilan pelayanan Gereja untuk hadir di tengah realitas kehidupan masyarakat.

Pos terkait