Pejuang PPPK Paruh Waktu Malaka Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan,
MALAKA, 31NUSANTARA.ID – Sebanyak 1. 038 pejuang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tidak berhenti untuk memperjuangkan nasibnya.
“Kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan dan siap melaporkan dugaan manipulasi data PPP3 dan masalah pengangkatan honorer baru ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), bahkan Presiden Prabowo Subianto”. Demikian Koordinator Pejuang PPPK Paruh Waktu Alex Mesak dalam konferensi pers bersama sejumlah awak media yang digelar di Markas Juang PPPK Paruh Waktu di Betun, Kecamatan Malaka Tengah, Minggu (28/9/25) sore.
Menurut Koordinator Pejuang PPPK Paruh Waktu, langkah tersebut diambil, karena pemerintah bekerja tidak sesuai aturan dan melanggar undang-undang. Usulan PPPK paruh waktu tidak berdasarkan aturan. Yang tidak honorer pemerintah selama ini diangkat jadi PPPK paruh waktu. Bahkan, pemerintah di bawah kepemimpinan Malaka SBS-HMS mengangkat tenaga kontrak (teko) baru yang melanggar undang-undang dan aturan di tingkatan pusat hingga daerah.
Data-data dugaan manipulasi tersebut sudah berhasil dikumpulkan dan siap dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pemerintah harus berbicara tegas sesuai aturan dan jangan menipu publik. Alasan tidak mengangkat PPPK paruh waktu secara serentak, karena keterbatasan anggaran itu dinilai sebagai pembohongan publik. Karena, pemerintah mengangkat teko baru, menggelontorkan anggaran puluhan miliar untuk nonton bola dan membeli dan menyerahkan mobil kepada pihak lain.





