KUPANG, 31NUSANTARA ID-Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
Evaluasi rencana Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II Tahun 2026 menjadi salah satu fokus dalam audiensi pengurus IPSI dengan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., di ruang kerja Wakil Wali Kota, Senin (26/10).
Dalam pertemuan tersebut, Serena mendorong IPSI untuk mengkaji kembali konsep kejuaraan, termasuk kebutuhan anggaran, durasi kegiatan, lokasi pelaksanaan, dan jumlah kategori yang dipertandingkan. Langkah efisiensi dinilai penting agar kegiatan tetap dapat diupayakan tanpa mengabaikan tujuan utama, yakni pembinaan dan pengembangan prestasi atlet muda.
“Kita coba mencari jalan tengah. Kalau memang anggarannya terbatas, kita bisa melakukan efisiensi, baik dari sisi tempat, durasi kegiatan maupun kategori yang dipertandingkan. Pemerintah Kota Kupang juga akan melihat bentuk dukungan yang bisa diberikan, misalnya untuk kebutuhan tenda, kursi, dan konsumsi panitia,” ujar Serena.
Ia menjelaskan, usulan pengalokasian anggaran kejuaraan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang akan disampaikan kepada Wali Kota Kupang sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam penyusunan program tahun berikutnya.




