KUPANG, 31NUSANTARA.ID-Kehadiran sekolah lapang iklim inklusi (SLII) dinilai sebagai sekolah aplikatif yang menjadi solusi untuk ketahanan pangan berkelanjutan di kabupaten kupang, ditengah tantangan perubahan iklim.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang Sarlin Lado, saat menghadiri penutupan sekolah lapang iklim inklusi, yang digelar LSM Cis Timor dan ngo Catholic Relief Services–United States Conference of Catholic Bishops atau CRS-USCCB di Desa Tuakau Kecamatan Fatuleu Barat.(27/9)
Menurutnya, Kehadiran sekolah lapang iklim inklusi ini merupakan sekolah aplikatif yang menjadi solusi untuk ketahanan pangan berkelanjutan di kabupaten kupang, ditengah tantangan perubahan iklim.
Untuk itu, ia mengapresiasi LSM yang telah mendampingi para petani di desa tuakau ini. karena kendati dalam berbagai keterbatasan dan masalah perubahan iklim, tetapi bisa memaksimalkan potensi pertanian lokal yang ada, untuk membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Ia berharap, pertanian yang telah dibangun ini, bisa direplikasikan kepada para petani di Desa Tuaku dan desa tetangga di kecamatan fatuleu barat.
Sementara itu, SEM TOBE ANGGOTA SLI INKLUSI desa tuakau menyampaikan terimakasih kepada LSM Cis Timor dan ngo CRS-USCCB bersama mitra dengan BMKG, dan dinas pertanian.





