“Literasi keuangan sangat penting agar kita bisa menghargai uang, mengelola pengeluaran dengan bijak, dan memilih mana yang dibutuhkan dan mana yang diinginkan. Jangan sampai karena tuntutan gaya hidup, kita kemudian terjebak dalam pinjaman online yang dapat mengganggu kondisi ekonomi dan kehidupan keluarga,” ujarnya.
Sekda juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan menabung untuk memenuhi kebutuhan masa depan, khususnya pendidikan anak dan kesehatan keluarga. Menurutnya, hidup hemat bukan berarti membatasi seluruh kebutuhan, tetapi bagaimana menggunakan uang secara bijak sesuai dengan prioritas.
Ia mengingatkan para peserta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko transaksi digital, termasuk penipuan dan penyalahgunaan layanan keuangan. Menurutnya, kemudahan teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan dan kehati-hatian agar tidak menimbulkan persoalan finansial bagi keluarga.
“Yang kita perlukan bukan sekadar berhemat, tetapi bijak dalam menggunakan uang. Kita perlu memiliki perencanaan, memiliki saving untuk pendidikan anak dan kesehatan, serta mampu mengelola keuangan keluarga dengan baik,” katanya.
Sekda berharap pelatihan tersebut dapat memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan bagi anggota DWP Kota Kupang dalam mengelola keuangan rumah tangga.
