Jadi, lanjutnya, Rambu Pustaka dapat diartikan sebagai penunjuk jalan menuju pengetahuan dan harapan anak-anak di pelosok.
Dikatakannya, Pengelola Rambu Pustaka: Rambu Pustaka dikelola oleh tim yang terdiri dari relawan dan pegiat literasi yang memiliki passion untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat, terutama di daerah pedesaan.
Ia menjelaskan, kegiatan Rambu Pustaka, yang biasa dilakukan meliputi mengunjungi desa-desa terpencil untuk membagikan buku, mengadakan kegiatan membaca bersama, bermain dan bahagia bersama. Sasarannya adalah anak-anak dan remaja di daerah pedesaan yang memiliki akses sangat terbatas ke fasilitas perpustakaan dan sumber belajar.
Dirinya menambahkan, tentu dilapangan ada kendala akan tetapi tidak menjadi hambatan namun selalu ada cara mengatasinya.
Dimana, kendala yang dihadapi oleh Rambu Pustaka antara lain keterbatasan sumber daya, sulitnya medan yang harus dilalui, dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi.
Untuk mengatasi hal ini, ujarnya tim Rambu Pustaka melakukan kerja sama dengan komunitas lokal, mencari donasi buku dan dana, serta melakukan sosialisasi tentang pentingnya literasi kepada masyarakat.
Selain kendala tentu ada memen menarik yang paling mengesankan bagi tim Rambu Pustaka adalah melihat perubahan positif pada anak-anak yang awalnya mereka tidak bisa membaca karena buku tidak ada, seperti meningkatnya minat baca dan kemampuan literasi mereka.





