Ia menambahkan, langkah ini dilakukan, karena pemerintah tidak membayar insentif tokoh adat hingga saat ini. Sementara itu uang rakyat dihambur-hamburkan untuk hiburan seperti main bola kaki dan nonton, beli mobil untuk pihak lain dan angkat teko tidak sesuai aturan. Bahkan, para tokoh adat akan bekerja sama dengan para pejuang PPPK paruh waktu untuk memperjuangkan nasib hingga titik darah penghabisan.(p31)
