Wawali Serena: Buka Puasa Bersama Perkuat Toleransi dan Gerakkan UMKM di Kota Kasih

Reporter: Chris Dethan 
| Editor: Pisto Bere

Wawali Serena juga membagikan kenangan pribadinya tentang tradisi “war takjil” yang selalu dinantikan setiap bulan Ramadhan di Kota Kupang. Ia mengenang suasana sore hari di kawasan depan Bank Mandiri dan sekitar gereja Katedral yang ramai oleh pelaku UMKM menjajakan takjil, bahkan dikunjungi oleh warga lintas agama.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Kupang mempraktikkan toleransi secara nyata. Kita ikut merayakan dan menghargai bulan suci Ramadhan bersama saudara-saudara muslim kita. Inilah makna Kota Kupang sebagai rumah bersama,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Ia juga mengapresiasi inisiatif remaja masjid dan tokoh-tokoh muslim yang menggerakkan Bazar UMKM Ramadhan, termasuk yang diselenggarakan oleh Masjid Nurul Hidayah. Menurutnya, dukungan terhadap UMKM merupakan langkah strategis dalam menggerakkan ekonomi dari bawah.

“Kalau kita ingin menguatkan ekonomi daerah, maka kita harus mulai dari mendukung ekonomi keluarga dan pelaku UMKM. Pemerintah Kota Kupang berkomitmen mendukung setiap gerakan ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wawali Serena juga menyampaikan rasa syukur atas capaian Kota Kupang yang pada tahun 2025 kembali masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran tingkat nasional selama 10 tahun berturut-turut. Capaian tersebut, katanya, menjadi bukti bahwa toleransi di Kota Kupang bukan sekadar wacana, tetapi telah menjadi budaya yang hidup dalam keseharian masyarakat.

Pos terkait