Wawali Kupang Soroti Toleransi dan Kepedulian Sosial

Reporter: Chris Dethan 
| Editor: Pisto Bere

Ia juga menekankan bahwa perjalanan 28 tahun jemaat bukanlah proses yang mudah, melainkan penuh dinamika pergumulan, tantangan pelayanan, serta upaya membangun kehidupan ber gereja di tengah keterbatasan. Namun demikian, Paskah mengajarkan bahwa tidak ada pergumulan yang sia-sia, tidak ada pelayanan yang dilupakan Tuhan, dan tidak ada air mata yang luput dari perhatian-Nya.

Lebih lanjut, ia mengajak jemaat untuk menjadikan usia ke-28 sebagai momentum bertumbuh menjadi gereja yang berdampak dari sekadar bertahan menjadi mengutus, dari melayani menjadi membangun generasi. Ia juga menyampaikan bahwa gereja akan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk melalui peluncuran website jemaat sebagai bagian dari pemanfaatan teknologi untuk memperluas pelayanan dan dampak gereja bagi masyarakat luas.

Bacaan Lainnya

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Jemaat GMIT Moria Liliba, Pdt. Elisabeth Radja Gah-Djara, S.Th.; Pemimpin Ibadah Paskah dan Syukur HUT ke-28, Pdt. Emr. Okto Nenohai, S.Th.; Pdt. Desiana Rondo Effendy, S.Th., M.Th. bersama para presbiter Jemaat GMIT Moria Liliba; Komisaris Utama PT. Taspen, Ir. Fary Djemy Francis, M.MA.; para mantan pendeta yang pernah melayani di jemaat tersebut; Ketua Panitia Hari Raya Gerejawi 2026, Fernimus R. Musa beserta jajaran; serta seluruh jemaat GMIT Moria Liliba.(prokopimsetdakotakupang)

Pos terkait