“Pertamina ingin menjadi mitra aktif pemerintah daerah dan komunitas dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kami percaya bahwa Bank Sampah Mutiara Timor telah menjadi contoh nyata bagaimana ekonomi sirkular dapat berjalan efektif di tingkat masyarakat,” ujarnya.
Ahmad berharap bantuan alat hoist crane dapat meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja para pengelola sampah, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang aman, produktif, dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ade Suharso dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI mengapresiasi kemajuan Bank Sampah Mutiara Timor yang kini mampu mengelola lebih dari 40 ton sampah terpilah per bulan, meningkat signifikan dari 25 ton per bulan pada tahun sebelumnya.
“Ini capaian luar biasa dan patut dijadikan contoh nasional. KLHK terus mendorong terbentuknya jejaring bank sampah di Nusa Tenggara Timur, termasuk di wilayah perbatasan dan lembaga keagamaan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan, KLHK juga menyerahkan bantuan satu unit mobil pick-up untuk memperkuat operasional Bank Sampah Mutiara Timor.
Ade menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap sampah.
“Dalam konsep ekonomi sirkular, sampah bukan musuh, melainkan sumber daya bernilai yang bisa mendukung kesejahteraan,” jelasnya.




